Sabtu, 30 April 2016

Wadjaloe Pomade

Sejarah Pomade



 Dianggap trendi, elit dan gentle sejak jaman Elvis Presley, ternyata gaya ini berawal dari gaya rambut kaum bawah!

         Gaya rambut cowok itu nggak menentu musimnya, dulu cowok gondrong dianggap keren. Kesannya rebel, anak gunung, dan kaumnya Kurt Cobain banget. Selanjutnya gaya rambut spike dan rambut poni lempar ala anak emo juga sempat mewabah. Kalau dulu semakin berantakan dan keliatan rebel maka semakin keren, sekarang yang ngetrend adalah gaya rambut rapih klimis ala Elvis Presley. Bagian pinggirnya dipangkas tipis, lalu bagian atasnya disisir ke belakang dan dibuat mengkilat dengan minyak rambut jenis pomade. Se-rebel apa pun baju dan sepatu yang dipakai cowok sekarang, rambutnya sebisa mungkin rapih kayak gentlemen.

        Sebenernya dari manakah asal usul gaya rambut ini? Kenapa tiba-tiba banyak banget cowok yang sebelumnya cuek bin dekil jadi pengen juga punya rambut rapih dan gentle gini?! Sejak kapan potongan top collection di abang-abang pangkas rambut nggak laku karena pelanggannya lebih banyak yang request potongan "pinggir tipis, atas biarin aja panjang." gini? Gimana bisa seorang cowok sekarang dandannya sama lama kayak cewek? Biar nggak kena ejek sama Om Jerinx Superman is Dead karena cuma bisa gaya tanpa tau asal usulnya, jadi kita bahas yuk sejarahnya.

      Jauh sebelumnya, kelahiran pomade dapat ditelusuri. Istilah Bahasa Inggris pomade berasal dari Bahasa Perancis pommade, yang artinya 'salep'. Pomade modern saat ini mengandung bahan wewangian.

      Pemakaian pomade bermula sejak tahun 1800-an. Selama abad ini, lemak beruang adalah item yang paling umum digunakan. Di awal abad ke-20, bahan lainnya seperti petroleum jelly, lilin lebah, dan lemak babi menggantikan lemak beruang.

      Pomade dulunya lebih populer daripada saat ini. Untuk menciptakan model rambut klimis pada laki-laki, beragam produk dan merek pomade yang dipasarkan. Di pertengahan abad ke-20 tren pomade begitu populer.

      Contoh paling umum gaya rambut yang cocok menggunakan pomade adalah pompadour, rambut tersapu tinggi ke atas seperti gaya rambut Madame de Pompadour istri King Lous XV. Selebriti yang memakai model ini adalah Elvis Presley.

      Model rambut lain yang pas dengan pomade adalah quiff. Model ini menggabungkan model pompadour pada 1950-an dan gaya mohawk. Cirinya adalah rambut di bagian depan kepala disikat ke atas.
Lalu model duck tail yang populer di era 50-an dengan gaya rambut disisir ke belakang, seperti rambut John Trovolta di film populer Grease di pada '78.
Berlimpahnya laki-laki memakai pomade melahirkan sebutan khusus bagi mereka, yaitu ‘greasers’.

       Pada masa itu laki-laki memakai pomade yang sangat banyak untuk menahan rambut tidak berubah bentuk. Dalam perkembangannya, terutama dalam budaya urban dewasa ini, laki-laki memakai pomade untuk bergaya.

       Pomade dipakai untuk menciptakan model spike seperti paku yang berdiri kaku di kepala. Pomade juga seringkali dipakai untuk membuat beberapa gaya rambut klasik. Juga mengesankan tampilan basah pada rambut, meskipun kenyataannya rambut tetap kering.

      Ratusan produk berbeda bertebaran di pasar saat ini. Masing-masing memiliki jumlah minyak yang berbeda, biasanya petroleum jelly, lilin lebah, dan zat aditif untuk memberikan aroma. Laki-laki yang ingin rambutnya kaku lebih lama, disarankan memakai produk dengan kandungan lilin yang lebih tinggi.

      Namun jika hendak bergaya dengan rambut bersinar dan tidak terlalu kaku, produk pomade yang mengandung minyak atau lemak lebih banyak dengan lilin sedikit adalah yang terbaik.Berbagai pilihan pomade banyak ditawarkan sehingga memilih pomade rambut pun sangat tergantung pada pilihan gaya pribadi masing-masing lelaki.





       Banyak yang menganggap kalau gaya rambut ini muncul dari scene musik rockabilly di tahun 1950-an, Elvis Presley-lah yang paling memopulerkannya. Inget yah, Elvis Presley, bukan Elvis Sukaesih. Seperti yang disampaikan oleh abang Jerinx SID.
 Jrx mengatakan bahwa semenjak Elvis dan berakhirnya era 50-an, satu-satunya skena yang loyal mempertahankan pomade sebagai identitas mereka adalah skena rockabilly dan kustom-kulture. Ditengah gempuran flower-generation/hippies (60-70 an), masivnya era glam-rock 80-an serta alternative rock 90-an, mereka (skena rockabilly/kustom-kulture) tetap loyal dengan pomade.
      Paragraf tersebut berarti bahwa gaya rambut pomade merupakan gaya rambut yang identik atau pertama kali dipopulerkan oleh rockabilly dan kustom-kulture.
Rocakabilly merupakan salah satu gaya paling awal dan paling berpengaruh dalam musik rock n' roll yang muncul pada tahun 1950-an.
      Rocakabilly merupakan jenis musik dengan irama blues dengan beat country serta lirik berisi luapan emosi secara terang-terangan. Musik rockabilly disukai remaja karena lekat dengan citra pemberontak, seksualitas, dan kebebasan dari belenggu formalitas yang diciptakan orang tua dan tokoh masyarakat. Dan gaya rambut pomade merupakan lambang untuk itu semua, sebuah gaya rock ‘n roll.

 
      Melalui perkembangan-nya kustom-kultur terbagi-bagi, diantaranya hot rod, rat rod, custom bike, chopper, pinstriper, lowrider, lobrow, punk rock, rockabilly, barber, skateboard, bmx  dan juga tattoo, dan masih banyak yang lain.

      Berdasarkan argumen tersebut bisa dikatakan bahwa sebenarnya rockabilly dewasa ini merupakan bagian dari kustom-kultur.
Sehingga sejarah pomade bisa disimpulkan merupakan sebuah identitas dari music rockabilly, sebuah gaya rock ‘n roll. Bukan sebuah gaya menata rambut yang timbul dengan sendirinya, atau hanya ada seiring berjalannya trend. Lebih dari itu pomade merupakan sebuah identitas.





       Jrx berujar bahwa ketika pomade menjadi trend seperti saat ini, orang-orang, termasuk beberapa produsen pomade lokal tidak menghargai "proses" kenapa pomade bisa sepopuler sekarang. Mereka tahunya cuma "oh, ini trend baru untuk terlihat keren". Dangkal sekali. Dengan attitude seperti itu, ketika trend ini berakhir, mereka akan ganti gaya dengan mudahnya. Tipikal sekali.
 


       Dengan adanya indikasi popstars mainstream yg mulai di-endorse pomade lokal, dua tahun dari sekarang, anak-anak muda mungkin akan berpikir pomade dipopulerkan oleh band-band Melayu kacangan. Dimana loyalitasnya? Dimana penghargaan untuk perjuangan skena rockabilly/kustom-kulture yang membuat pomade se-populer sekarang? Hargai proses, bukan hasil. Berhentilah menjadi generasi instan yang gak mau tahu sejarah. Dangkal itu menjijikkan.

      Hal itu bisa terjadi karena, masih menurut Jrx, di era 80-an perlahan culture rockabilly/kustom-kulture memasuki ranah punkrock, mulai-lah beberapa punkrockers memakai pomade dan berambut klimis.


      Lalu diawal 2000-an, di California mulai dibuka beberapa tattoo shop dengan konsep barber shop yang merupakan perpaduan dari kultur rockabilly, kustom-kulture dan punkrock. Rupanya, konsep baru (barber and tattoo shop) ini menjadi fenomena hingga akhirnya menjamur di negara-negara lain seperti Eropa, Jepang dan terakhir Asia. Dari sana muncul-lah akhirnya trend baru dimana semua orang mulai menganggap pomade, barber shop dan getleman's look adalah the "new cool".

   

Merek-merek pomade

      Di awal abad ke-20 contoh merek pomade paling dicari adalah Murray's Superior Pomade. Minyak rambut Murray beredar di pertengahan era 1920-an. Lalu muncul Brylcreem yang diperkenalkan pada 1928.

      Royal Crown Hair Dressing yang keluar pada 1936, dan Dixie Peach Hair Pomade yang digandrungi oleh remaja laki-laki di Amerika Serikat dari Perang Dunia II dan melewati pertengahan 1960-an.

      Pomade digunakan tidak sebatas pada rambut di kepala. Dia juga dipakai untuk rambut kumis, jambang, dan jenggot. Kesan lebih gelap, klimis, dan mengilap diasosiasikan dengan model rambut klimis laki-laki di awal pertengahan abad ke-20.

      Karena pomade mengandung unsur minyak dan lilin, rambut jadi sulit untuk dibersihkan. Rambut baru akan bersih seluruhnya dari pomade setelah beberapa kali keramas. Memberikan minyak zaitun dan mencuci dengan air hangat juga dapat menghapus pomade.

      Seringkali terjadi salah kaprah antara pomade dan lilin rambut (hair wax). Mudahnya, pomade memberikan kesan rambut yang licin dan lebih mengilat, sementara lilin rambut tidak.

      Namun belakangan perbedaan antara pomade dan wax rambut jadi agak ambigu. Terutama karena banyak pomade berat mengandung lilin lebah. Hair wax dan pomade sering dipasarkan tidak memakai nama tersebut. Seringkali yang tertera adalah 'paste', 'putty', 'glue' atau 'whip'.

     Terbuat Dari Bahan Alami 100%

 Minyak Vco

 Microcrystaline Wax

 Beeswax 

 Minyak Almond













  • Fresh olive oil/other vegetable oil
  • Fresh vegetable shortening (optional)
  • Scented oil/essential oil (to smell good)
  • Bee's wax
  • - See more at: http://www.nuna-shop.com/2015/04/cara-membuat-minyak-rambut-pomade.html#sthash.YbjrSaOy.dpuf












  • Fresh olive oil/other vegetable oil
  • Fresh vegetable shortening (optional)
  • Scented oil/essential oil (to smell good)
  • Bee's wax
  • - See more at: http://www.nuna-shop.com/2015/04/cara-membuat-minyak-rambut-pomade.html#sthash.YbjrSaOy.dpuf

     

    TERSEDIA : OILBASED & WATERBASED

    DAPATKAN HARGA KHUSUS UNTUK RESELLER,DROPSHIP
     

    SIAP KIRIM KIRM SELURUH INDONESIA VIA EKPEDISI JNE/TIKI
    INFO HARGA SATUAN/RESELLER/GROSIR
    INFO & ORDER :


    Contact

    Office offline :

    CIKAMPEK, JAWA BARAT. INDONESIA


    Contact :

    - BB ID             (D06435C8 )
    - Whats App    ( +6282213127502 )
    - Instagram     ( @wadjaloe_pomade_owner)
    - Facebook       ( Wadjaloe Pomade Cikampek)
    - Twitter           ( @pomade_wadjaloe)
    - email              ( melodian12@ymail.com )
    - Phone/Text   (  +6289669754135)


     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar